Minggu, 06 Mei 2012


☆º°˚Harapan Itu ada☆º°˚ (by Admin ^diah^)

_Pemeran utama_ :
♥Cut meyriska sebagai chika
♥Stefan william sebagai stefan
♥Yuki kato sebagai yuki
♥Nina zatulini sebagai nina
♥Rizky alatas sebagai mike


Selamat membaca, semoga kalian suka ya. Maaf kalo agak gaje, maklum PERTAMA KALI BUAT CERITA. saran dan kritikan para readers saya terima dengan tangan terbuka.

Like+comment

☆º°˚HARAPAN ITU ADA☆º°˚

Kebiasaan stefan saat malam hari, memandang bintang -bintang
☆º°˚ dilangit. berharap salah satu dari bintang ☆º°˚ itu adalah chika. ''harapan itu ada,'' (kata stefan dalam hati ) stefan akan terus mencari adik kecilnya itu. tak sadar sebuah tetesan membasahi pipi nya, ia mengingat kejadian 7 tahun yang lalu saat ia masih berusia 10 tahun.

☆º°˚Flasback☆º°˚

saat itu stefan , yuki, dan chika (adik stefan ) sedang bermain di taman, seketika itu mereka sedang brmain petak umpet , yang jaga adalah stefan 1...2...3....4...5 , chika dan yuki pun berlari mencari tempat persembunyian yang tidak mungkin diketahui oleh stefan , yuki telah menemukannya yaitu dibalik pepohonan yang besar dan tinggi, namun chika belum jga menemukan tempat persembunyiannya, dia terus berlari menyusuri taman , ''disana '' kata chika kecil yg mungil setengah berlari
(disebuah gubuk tua yg mungkin tidak ada penghuninya). 9.......10.......11.....12......13.....14.....15.
''Udah ya aku cari kalian '' teriak stefan melengking ke telinga yuki, stefan pun menyusuri jalan taman tersebut dilihatnya pohon besar,
Stefan : ''sepertinya ada seseorang dibalik pohon itu?''
Ia pun berjalan mendekati pohon, ternyata dugaannya benar, yuki sedang bersembunyi disana.
Stefan : ''yuki, kamu ketauan!'' (mengagetkan yuki )
yuki : ''aduh ketauan juga kan!'' (cemberut )
Kini giliran stefan mencari adik mungilnya itu, mereka terus berjalan sambil berteriak '' chika, kamu dimana?'' tapi chika tak mendengar teriakan kakak nya itu, karna chika bersembunyi terlalu jauh. Mereka berdua telah lelah memutari taman itu untuk beberapa kali tapi mereka tetap tidak menemukan jejak chika, mereka berdua duduk di bangku taman.
Stefan : ''gimana nih chika belum ketemu?''( Kata stefan dengan nada yang tersengal- sengal)
Yuki : ''aku juga gak tau kemana harus mencari chika!''
Stefan : ''aduh aku takut, mama papa pasti marahin aku kalo chika gak pulang bareng aku''. ( dengan penuh khawatir)
Yuki : ''kita minta bantuan bibi minah aja yuk?''. (mintanya pada stefan)
Stefan : ''ayuk''
Mereka berdua pun pulang kerumah yuki untuk minta tolong dengan pembantu yuki yaitu bibi minah.
Merasa ketakutan chika pun keluar dari gubuk itu, dan berteriak '' kak stefan , kakak dimana?'' terus berjalan. '' kakak aku disini'' (sambil menangis bersedu-sedu). Seorang wanita dan pria paruh baya menghampiri chika yang sedang menangis.
Pria :'' kenapa menangis nak?'' tanya pria itu padanya
Chika tidak menjawabnya dia hanya bisa menangis. Kemudian wanita yang bersama pria tadi membelai rambut halus chika dengan penuh kasih sayang. alhasil kedua orang tersebut membawa chika pulang kerumah mereka ( mungkin chika akan diadopsi oleh mereka). Nina anak kandung orang tua angkat chika sangat senang atas kehadiran chika. Awalnya chika terus saja menangis, dan merengek minta pulang, tapi setelah dibujuk dan dibelikan mainan oleh orang tua angkatnya. Ia jad melupakan semuanya. Nama belakang chika pun diubahnya menjadi chika wijaya. Chika selalu bermain bersama kak nina.

@taman
Diwaktu yang bersamaan bibi minah, stefan, dan yuki mencari-cari chika sampai larut malam, namun chika tak juga dapat ditemukan. Papa dan mama mengkhawatirkan chika dan stefan yang belum pulang kerumah. papa rama mencoba menghubungi papa yuki, '' hallo mas, yuki udah pulang dari taman?'' penuh khawatir
Papa yuki : ''belum tuh mas, '' jawab papa yuki yang juga khawatir dengan keadaan anaknya!
Papa stefan : ''gimana klo kita carii dia ditaman mas?''
Papa yuki : ya sebaiknya begitu mas''
Papa stefan pun menyudahi pembicaraan terlebih dahulu. Kini papa stefan beserta istrinya telah berada didalam mobil avanza miliknya dengan seorang supir,
Papa stefan : ''ayo pak cepet!'' (perintanya)
Papa dan mama stefan tampak cemas. mereka berdua memikirkan sesuatu yang buruk menimpa kedua anak kesayangannya itu, tetapi segera mereka tepiskan pikiran itu dan mencoba berpikiran positif tentang mereka. tampak beberapa meter dari taman terlihat mobil avanza putih milik keluarga yuki telah tiba disana , dan kini papa dan mama stefan telah berada disana. Mereka pun berjalan menyusuri taman sambil memanggil-manggil nama mereka .
Papa & mama yuki : ''yuki kamu dimana sayang ?''
Papa dan mama epam : ''chika , stefan , ini papa ama mama''
Bibi yang mendengar panggilan itu langsung Mengajak kedua bocah tersebut berlari dan mencari arah suara tersebut, sampai akhirnya mereka bertemu dengan kedua keluarga yang sedang mengkhawatirkan anaknya itu.
Papa & mama stefan : ''sayang, mama papa khawatir sama kamu'' (sambil mencium kening anaknya)
Papa mama yuki : ''yuki besok jangan maen sampe larut ya?, mama papa sangat mengkahwatirkan kamu!''
Yuki : ''iya ma pa aku janji gak bakal nakal lagi!''
mama chika : ''stefan, adik kamu chika mana?'' ( tanyanya panik)
Stefan : ''maaf ma, chika hilang pas maen petak umpet ''
Tiba-tiba mama stefan pingsan atas pernyataan anaknya. Semua panik dan segera membawa mama stefan kerumah sakit.

@rumah sakit
Mama sinta akhirnya sadar. '' pa, chika mana pa? (tanya sambil mengeluarkan air mata )
Papa stefan : ''sabar ma, papa udah telpon polisi buat nyari chika''.
Walaupun begitu mama chika tetap tidak mau, ia ingin mencari putri satu-satunya itu, '' tapi ma, mama masih sakit?' (Bentak papa stefan). Setelah dibujuk oleh stefan dan papa , mama pun mau menunggu informasi dari kepolisian.

@pagi hari
mama yuki : ''gimana pa , udah ad kabar belum dari chika?''
Papa : ''belum ma!''
Ponsel milik papa rama pun berdering, pak rama keluar dari ruangan tersebut. diangkatnya tertulis dari kepolisian
bpk polisi : ''halo selamat pagi pak
Papa stefan : ''pagi pak, bagaimana informasi mengenai anak saya?''
Pak polisi : ''maaf pak saya harus mengatakan ini''
Papa : ''cepat katakan pak!'' (Bentak papa)
Pak polisi : ''kami dri kepolisian menemukan seorang anak gadis sekitar berumur 7 tahun tewas dengan muka yang telah hancur''.
Papa stefan : ''apa pak! '' ( shock mendengar pernyataan polisi tersebut papa tak sengaja menjatuhkan ponselnya kelantai, sontak terdengar oleh stefan yang sedang menemani mama didalam ruangan. stefan keluar, terlihat papa disudut ruangan tampak putus asa .
Stefan berjalan mendekati papa, terlihat papa sedang meneteskan air mata.
Stefan : ''pa, papa knapa?'' (tanyanya seraya duduk disamping papa)
Papa stefan : ''adik kamu!''
Stefan : ''knpa chika pa ?''
Papa stefan : '' chika udah gaada!''
Stefan : '' maksud papa?'' ( tidak yakin )
Papa stefan : ''adik kamu udah meninggal !''
stefan : ''apa pa, gamungkin, chika maafin aku ga bisa jaga kamu!,
Maafin aku maafin''
Papa stefan : '' kamu jangan kasi tau mama sebelum pemakaman chika selesai''
Stefan hanya bisa mengangguk tanda mengerti.

☆º°˚pemakaman
Suasana Pemakaman chika dipenuhi isak tangis papa,stefan,yuki, dan keluarga yuki yg turut hadir dalam pemakaman itu. Yuki,stefan,dan papa menaburkan bunga diatas tanah makam chika, mereka tak lupa membawa bunga mawar merah kesukaan chika, tapi mama chika tidak ada saat pemakaman chika karna mama bisa shock melihat putrinya terbujur kaku tak bernyawa dengan wajah yang hancur . Pemakaman pun selesai pukul 02.04. Semua pelayat pulang, tapi stefan dan papa masih berada disana untuk mengucapkan kata-kata terakhir untuk nya.
Stefan : ''chika maafin kakak , ga bisa jaga kamu!''
Papa chika :'' chika sayang mudah-mudahan kamu bahagia diatas sana ''
Stefan : ''chika, kamu akan tetap menjadi adik kesayangan ku'' ( sambil menangis ) , hari pun semakin gelap stefan dan papa memutuskan untuk pergi ke rumah sakit menjemput mama dan akan memberitau mama apa sebenarnya yang terjadi. Saat papa pergi ke pemakaman . Papa meminta dokter untuk memberi mama obat tidur agar tidak ketara, obat tidur hanya bertahan beberapa jam saja. Stefan dan papa berjalan menuju mobil tak disangka mama berlari menyusuri setiap makam, mama yang masih mengenakan pakaian rumah sakit itu berteriak '' chika sayang mama ikut kamu, mama sayang kamu''!. Papa pun segera menghampiri mama dan bibi yang menemani mama pergi kemakam. Kini papa telah menahan tubuh mama yang jalanya agak sempoyongan ,
Bibi : ''pak maafkan saya , ibu memaksa saya!'' ( penuh rasa bersalah )
Papa : ''ya tak apa-apa bi!''
Kini mama hanya bisa menahan tangis, karna mama tlah lelah menangis, papa menegarkan hati mama yang terluka, akhirnya mama bisa menerima semua ini. Walau berat tapi mama harus menerima semua ini.

@3 hari setelah kematian chika
Beberapa hari kemudian papa mendapat telpon dari kepolisian, Ia sedikit bahagia '' harapan itu ada'' , stefan dan mama juga mengatakan hal yang sama '' HARAPAN ITU ADA''. keluarga chika pun terus mencari keberadaan chika namun hasilnya nihil, keluarga chika tetap semangat dan berjanji akan terus mencari putrinya, ''HARAPAN ITU ADA'' UCAP STEFAN KEMBALI.

@stefan
Hari demi hari , berminggu-minggu, bahkan bertahun-tahun dilalui keluarga rama wijaya tanpa hadirnya chika. Kini tak terasa stefan telah berusia 17tahun,.

@chika
Begitu juga dengan chika hari demi hari ia lalui bersama keluarga
Rama wijaya, dan tumbuh menjadi gadis remaja yang pintar, manja, cantik, dan menarik , chika telah memasuki umur 15 tahun. chika tidak mengingat kejadian 7 tahun ya lalu, karna ia mengalami amnesia , dia tidak bisa mengingat masa lalunya, masa-masa indah bersama kak stefan, papa reno dan mama angel ( papa mama kandung chika ).

@Balik keawal
Tiba-tiba mama mengagetkan stefan ,
Mama : ''stefan kamu knapa?, kamu ingat lagi ya sama adik mu?''
Stefan : ''iya ma, chika smoga kamu baik-baik saja diluar sana''
Mama stefan : '' ya udah stef, kamu tidur gih udah malem, Besok kan sekolah pertama tahun ajaran baru''
Stefan : ''iya ma'' ( stefan menurut )
Kemudian stefan merebahkan tubuhnya di tempat tidur, mama menyelimuti tubuh stefan. Mama duduk agak dipinggir tempat tidur dan mengelus anak satu-satunya itu, mama akan selalu menjaga stefan, ia tak mau kehilangan anak untuk kedua kalinya. Kini stefan telah tidur pulas, mama menutup jendela kamar stefan dan sekilas melihat bintang nan jauh disana dengan bisikan '' HARAPAN ITU ADA''. mama pun menutup pintu kamar stefan.

@ sekolah
Stefan memarkir mobilnya itu diparkiran mobil, yuki pun menghampiri stefan.
Yuki : ''hay stefan'' ( melambaikan tangan)
Stefan : ''hay juga yuki''
Mereka pun berjalan beriringan menuju kelas 12 ipa 1. Terlihat didalam kelas telah ramai dengan cerita anak-anak yang menghabiskan libur panjang dengan melakukan kegitan-kegiatan. Genk dari yuki ( vebby, jasmine, bella, ) menghampiri stefan dan yuki.
All : ''hay yuki stefan''
Yuki dan stefan : ''hay juga''
Stefan permisi duluan untuk ke tempat duduknya, yuki juga berjalan diringi teman-teman ke tempat duduk. Ponsel stefan bergetar seperti menyampaikan sebuah pesan.
From : kevin
Stefan, istirahat pertama kumpul ditempat biasa!

Stefan pun mengetik sms dengan cepat .
To : kevin
Oke.

@kelas 10 ipa 1
'' akhirnya mos berakhir juga'' kata chika. Chika kini telah resmi menjadi siswi sma 1 JAKARTA. chika memilih duduk deket meja guru deret 3 dari depan bersama vita ( teman smp chika), dibelakangnya ada diah dan laksmi (teman baru chika). Mereka berempat sangat asyik mengobrol,(seperti teman akrab, padahal baru aja kenalan). Walaupun baru kenal chika tak enggan menceritakan bahwa kepalanya pernah terbentur batu yang mengakibatkan dia mengalami amnesia saat umur 12 tahun. Bel masuk pun berbunyi . Semua murid masuk kelas.
Guru biologi : '' pagi anak-anak''
Murid : ''pagii bu''
Guru : ''perkenalkan nama ibu mariani, ibu guru biologi untuk kelas 10 ipa 1, sekaligus wali kelas kalian''.
Bu mariani itu pun terus nyerocos didepan kelas, menceritakan hal-hal yang dianggapnya tidak penting. Hingga jam pelajaran pertama berakhir ibu mariani terus nyerocos sendiri.

@bel berbunyi@
Guru : ''keasyikan bercerita, ibu sampai lupa memilih ketua kelas, okay dijam kedua ibu minta izin pada pak gusti untuk meminta waktunya sebentar, Sekarang kalian boleh istirahat''.
Laksmi : ''chika ,kekantin yuk?''
Chika : ''okay''
Mereka berempat pun kekantin. tak sengaja chika menabrak kakak kelasnya ,
Chika : '' eh maaf kak, ''
Stefan : ''iya iya gapapa''
Teman-teman yang melihat kejadian itu berbalik menghampiri chika,
All : ''loe gak apa-apa kan?''
Chika : '' gue gak pa'' sekali lagi maaf ya kak'' (dengan tampang polos)
''Stefan'' panggil ajun!
Stefan :''iya jun,tunggu''
Chika dan teman-teman berlalu dari tempat itu, stefan tetap berdiri disana, tapi akhirnya berlalu karena ajun sedari tadi berteriak memanggil nama ''stefan''. Saat berjalan menuju tempat tongkrongannya, stefan mengingatkan gadis itu pada chika. Pikiran tersebut ditepiskannya segera, ''tidak ada yang bisa menyamai chika dengan gadis manapun''. (ucap stefan dalam hati)

@bel masuk
Semua siswa beriak-riuh memasuki kelas. Bu mariani memasuki kelas, sesuai janji nya tadi akan ada pemilihan ketua kelas .
Guru :'' apakah kalian sudah mempunyai calon ketua kelasnya''
Diah : ''chika bu'' ( menunjuk kearah chika)
Chika : ''loe kok gue, enggak bu''
Guru : ''okay kalo gitu kita voting aja,''
* calon ketua kelas
1) chika
2) daniel
guru : ''siapa yang memilih daniel?''
Bu mariani pun menghitung jumlahnya 1...2...3........dan...........?
'' siapa yang memilih chika ?''
1....2....3.....dan ........?
Guru : ''kita udah tau kan siapa ketua kelasnya, okay ibu harap kalian berdua bisa menjadi ketua dan wakil kelas dengan baik''
Laksmi : ''selamat ya, chika''
Diah&vita : ''cie,cie yang jadi ketua kelas''
Chika : ''apaan sieh loe?''
pemilihan selesai dibarengi bel tanda istirahat kedua.
Chika,vita, diah, laksmi lebih memilih untuk mengobrol didalam kelas ketimbang ngecengin kakak kelas ataupun menghabiskan uang jajan. Hingga mereka bosan, bel masuk terakhir pun berbunyi.
Guru matematika masuk kelas.
Pak seno : ''siang''
All : ''siang pak''
Pak seno : ''apa kalian sudah mendapat lks matematika?''
All : ''belum pak, ketua sama wakil minta lks ama pak dirta di perpustakaan''
Chika dan daniel pun berjalan menuju perpustakaan, tiba diperpustakaan ia melihat cowok tadi yang tak sengaja ia tabrak. rupanya ia juga sedang mengambil lks. kak stefan hanya tersenyum pada chika saat ia berpapasan. Chika dan daniel meminta lks pada pak dirta. Lks pun diberikan. Chika dan daniel pun membawa semua lks ke kelas. Semua berebutan memilih lks yang mulus,bagus, dan yang pasti bisa dibaca. Kini pelajaran matematika dimulai dari aljabar, chika paling benci dengan pelajaran ini. 1 jam pelajaran itu dilalui chika dengan sangat bosan dan setengahnya dari pelajaran itu tak dapat masuk ke otaknya. Tapi untungnya bel pulang berbunyi. Kak nina dan kak mike telah menjemputnya.
Chika : ''gue duluan ya'' ( melambaikan tangan)
All : ''oke''

@didalam mobil
Nina : ''bagaimana hari pertama kamu belajar''
Chika : ''tidak begitu buruk''
Walaupun chika dan nina bukan saudara kandung, nina sangat menyayangi adik angkatnya itu melebihi dirinya sendiri, begitu juga dengan mike. Chika terkadang sangat manja dengan mike.
Mike :'' kamu mau makan gak chik?''
Chika :''ga ah, mau makan masakan mama aja, pasti lebih enak'' (tolak chika)
Mike : ''oke deh''

@rumah rama wijaya
Chika, nina, langsung masuk ke dalam, namun mike tidak bisa mampir karena saat perjalanan pulang (kerumah nina) mike ditelpon oleh sang mama yang menyuruhnya segera pulang untuk mengantar mama arisan.

@kamar chika
Chika membuka sepatunya dan langsung merebahkan tubuhnya diatas kasur empuknya, ia mengingat cowok tadi yang bernama stefan,
'' kalo diliat-liat dia lucu juga'' pikir chika dalam hati, senyumnya manis.
Mama sinta : '' chika, makan sayang''
Chika : '' iya ma sebentar''
Chika pun segera mengganti seragam dengan pakaian rumah. Ia segera menuruni anak tangga satu demi satu. Terlihat mama sinta sibuk menyiapkan sarapan untuk kedua putrinya yang cantik-cantik itu. Chika pun dengan lahap menghabiskannya, nina heran dengan tingkah adiknya itu. Nina saja baru menghabiskan seperempat dari makananya, Sementar Chika telah menghabiskan makananya tanpa sisa atau bekas makanan yang menepel dipiringnya, piringnya bersih.
Nina :'' chika gak pernah berubah dari dulu, gayanya ngegemesin''
Chika : ''ya dong kak, adik siapa dulu? Kak nina''
Nina :'' oh ya chika , kamu mau ikut kakak gak ke mall ntar sore ?''
Chika:'' boleh kak''
Mereka pun mengobrol dengan asyiknya diruang makan, sambil tertawa terbahak-bahak mendengarkan cerita-cerita unik dari chika. Inilah yang membuat mama dan nina sangat menyayangi chika, chika selalu bisa membuat seisi rumah menjadi tertawa lepas.
Nina: chika , tambah sayang aja ama kamu'' ( memeluk chika)
Chika : '' aku juga tambah sayang ama kakak''
Mama : ''sama mama, ?''
Chika : ''iya dong sama mama juga sayang banget''
Tak disangka papa yang baru pulang dari kantor pun mendengar percakapan mereka, papa langsung molontarkan pertanyaan '' sama papa gak sayang ya?''
Chika : ''siapa yang bilang gak sayang?, aku sayang ama papa mama, kak nina juga sambil memeluk erat papa rama. Mereka terlihat seperti keluarga kecil yang bahagia.

@rumah stefan
Stefan :'' loe maen dong kerumah baru gue'' (mintanya pada yuki disebrang)
Yuki : ''oke, tapi sekarang loe mesti keluar''
stefan : ''keluar, ngapain?''
Yuki memutuskan sambungan teleponnya, stefan pun menuruti ucapan yuki. Stefan membuka pintu dan wow suprise temen-temen nya semua kini sudah berada di dalam rumah barunya. Stefan baru pindahan 2 hari yang lalu, rumahnya yang ini lebih besar dan megah dibandingkan dengan yang lama. suara canda tawa teman-temannya memenuhi ruangan. Pembantu stefan pun menyugukan minuman dan beberapa macam kue, cukem langsung saja menyambar kue itu.
Kevin : '' ih cukem ini kebiasaan''
Stefan : '' ga apa-apa kok abisin aja,klo bisa''
Kevin :'' tuh kan yang punya kue aja gak marah, nah loe yang sewot''
Yuki : ''nyokap, bokap loe mana?''
Stefan : '' oh mama lagi ke mall, kalo papa lagi dikantor'' (jelas stefan singkat, padat). Mereka pun mengobrol dengan cemilan kue yang disediakan, tak terasa 3 jam sudah mereka berada dirumah stefan, teman-teman memutuskan untuk segera pulang karna senja telah menanti.

@mall
Nina :'' chika tolong dong bawain belanjaan kakak''
Chika : ''sini kak ,aku bawain''
Chika dan nina pun terus memutari pusat perbelanjaan tersebut, beli itulah beli inilah . Kebiasaan buruk nina kalo udah ketemu yang namanya mall pasti lama banget nangkring di toko baju, chika jadi bosen harus milihin baju yang pas untuk kak nina, chika memutuskan untuk duduk dibangku yang berada diluar toko tersebut. Chika memainkan bb nya. Chika melihat seorang ibu yang kerepotan membawa barang belanjaan, dompet ibu itu jatuh. Tanpa ragu chika mengambilnya dan segera mengejar ibu itu.
Chika : '' bu , ibu berbaju merah'' (jeritnya)
Ibu itu pun menoleh.
Ibu : '' ya nak, ada pa?''
Chika : ''ini bu dompetnya jatuh''
Ibu : '' oh ya makasi ya nak,kamu baik sekali''.
Chika : ''sama-sama bu,
Ibu : '' bagaiman kalo kamu ibu traktir makan?''
Chika : '' boleh juga dari pada gue nungguin kak nina disini sendirian'' (dalam hati). alhasil chika mengiyakan ajakan ibu itu.

@restaurant
Chika dan mama angel memesan makanan yang sama, mereka berdua mengobrol.
Mama angel : ''siapa nama nya nak?''
Chika : '' chika bu,''
Mama : ''saya angel, namamu sama seperti putri saya, mungkin kalo dia masih disini sebesar kamu''
Chika : ''maksud ibu?''
Mama angel : ''anak saya hilang saat berumur 7 tahun!''
Chika :'' maaf ya bu,''
Mama angel : ''oh ya tak apa nak''
mama angel pun merasa ada sesuatu istimewa saat dekat dengan chika, seperti sudah mengenal lama. Pesannanya kemudian datang, mama angel yang melihat cara makan chika sama dengan putri kecilnya itu, ingin rasanya ia memeluk chika.
mama angel :'' chika, boleh tante memeluk kamu?''
Nina : ''tentu tante''
Mama memeluk chika dengan erat seakan chika kecil ada pada diri chika.
Belum sempat chika menghabiskan makanan, ponselnya bergetar seperti menyampaikan sebuah pesan.
From : kak nina
kamu dimna sih chik? Cepetan aku udah kelar nie beli bajunya!''

Chika dengan sigap mengetik smsnya,
to : kak nina
Oke.sekarang!''

Chika buru-buru pamit kepada mama angel,secepat kilat ia menghampiri kak nina.

@1 minggu berlalu
Kini sudah seminggu chika melewati hari-harinya disekolah. Persahabatan antara kupu-kupu (chika,vita,diah,n laksmi) pun semakin erat. Sejak kejadian itu ,Chika semakin dekat dengan stefan , stefan ternyata tetangga baru chika, dan yang lebih mengagetkan lagi tante yang ia temui seminggu yang lalu adalah mama angel ( mama stefan ).
Chika sering bertamu kerumah stefan , kalo gak iseng , yah nanya pelajaran aljabar ( perlu dicatat , stefan sangat jago yang namanya aljabar). Mama papa stefan sangat senang jika chika bertamu kerumahnya.

@hujan deras
Terlihat rama wijaya beserta istri sedang mengobrol asyik disana ditemani secoples cemilan, keluarganya sedang membicarakan chika.
Mama sinta : '' mas, bagaimana kalo chika bertemu dengan keluarganya?'' (menatap suaminya)
Papa : ''itu tidak mungkin ma''
Mama : ''mama sangat menyayangi chika, walau dia bukan anak kandung kita''
saat mama mengucapkan hal itu, chika tepat berada didepan pintu,
walau samar terdengar oleh chika tapi dia masih bisa mendengar kata terakhir mama itu '' BUKAN ANAK KANDUNG'' ucapnya lirih
Mama : ''sayang kamu udah pulang?''
Chika : '' ma, jelasin apa maksud mama?''
Papa : '' maafkan kami sayang''
Chika : '' knapa sih ma , mama gak bilang dari dulu, kenapa mesti sekarang?'' tanyanya membentak
Papa : ''sebelum mengalami amnesia, kamu telah mengetahuinya, tapi saat amnesia kamu lupa semuanya dan kami memutuskan untuk tidak memberitahu kamu.
Chika :'' walau amnesia, chika berhak tau!''
Tanpa berpikir panjang disertai hujan deras petir yang menggeleger chika nekat pergi dari rumah, mama dan papa mengejarnya tapi chika sudah terlalu jauh,kemudian mobil jazz merah berhenti di depan rumah rama wijaya.
Mama : '' angel adik kamu pergi''( menagis)
Papa :'' cepat kamu cari dia!'' (perintah papa)
Angel dan mike yang saat itu masih berada disana segera menuruti perintah papa.

@chika
Chika terus berjalan tak tau arah tujuannya, air mata nya tak terlihat lagi oleh derasnya hujan. Hatinya hancur, terluka, kecewa. Tak disangka sebuah motor mengebut dari belakangnya, dan brukkk,chika terlempar keatas dan kepalanya membentur aspal.

@mama sinta
Mama sinta terus saja menangis tak henti-hentinya. Ia khawatir dengan chika, ia merasa sangat bersalah padanya, mama hanya bisa berdoa agar keadaan chika baik-baik saja.

@didalam mobil stefan
Mama angel dan stefan saat itu tengah datang dari arisan, hujan begitu derasnya menyulitkan stefan untuk melihat jelas didepanya, stefan berhenti mendadak karna dia melihat seseorang tergeletak ditengah jalan. Stefan dan mama pun nekat turun, dilihatnya chika terbujur lemas tak berdaya dipenuhi darah segar yang mengalir. Stefan pun segera mengangkat tubuh mungil chika kedalam mobil dan membawanya kerumah sakit.

@rumah sakit
Dengan rasa cemas papa, mama, nina , dan mike berjalan melewati setiap lorong-lorong rumah sakit. Kini ia telah mendapatkan mama angel dan stefan dengan keadaan cemas pula. '' bagaiman keadaan putri saya , bu?''
Mama stefan : '' masih ditangani dokter''
Mama angel menceritakan kejadian yang sebenarnya pada mama stefan, mama kaget mendengar kata- kata mama sinta yang menyatakan bahwa '' CHIKA BUKAN ANAK KANDUNG SAYA'' ,ia menemukan chika ditaman saat itu dia sendirian dan menagis.
Stefan :'' ma, itu pasti chika kecil?,HARAPAN ITU ADA, ma dan kita tak usah mencari harapan itu lagi karna dia ada didepan mata kita''
Mama hanya bisa berharap agar apa yang diucapkan stefan benar adanya. dokter keluar dari ruangan itu,
Mama angel :'' bagaimana keadaan anak saya?''
Dokter : '' anak ibu membutuhkan donor darah b''. Golongan darah chika sama dengan mama angel dan stefan.
Stefan dan mama : '' darah saya aja dok, ?''
Stefan :'' ma biar aku aja ma, aku ingin menebus semuanya''
walau bersikeras mama berhasil dibujuk oleh stefan. Kini darah stefan siap untuk didonorkan.
nina :'' semoga kamu cepet sembuh''( terus berdoa''

@didalam ruangan
disana terlihat keluarga stefan dan nina yang terus komat kamit mendoakan chika. chika pun tersadar dari tidur panjangnya, keluarga pun terlihat sedikit lega. mama sinta dan papa mendekati putri mungil yang ia rindukan,
chika : ''ma, pa chika inget semuanya!''
Mama sinta : ''syukurlah, kamu telah mengingatnya''
Mama angel :'' sayang kamu inget siapa mama?''
chika :'' mama angel , mama kandung aku?''
Mama : ''iya sayang, ini mama '' ( memeluk)
Stefan :'' inget aku, ?''
Chika :'' kak stefan , itukah kamu?''
Stefan : ''ya adikku sayang, HARAPAN ITU TELAH KEMBALI'' (memeluk erat sangat erat)
Chika :'' HARAPAN?''
Stefan : '' ia, harapan itu sekarang telah berada dipelukan ku, yaitu kamu''.
Papa : ''iya sayang HARAPAN itu adalah kamu, harapan yang dulu hilang kini telah kembali''
papa reno juga memeluk putrinya. Akhirnya chika mengingat semuanya, masa-masa indah bersama kak stefan papa, mama ia pun kini sudah ingat kejadian 7 tahun yang lalu.

@rumah rama
Sejak pulang dari rumah sakit kemarin ia kini tinggal bersama keluarga papa reno ( ortu kandungnya). Sebenarnya keluarga rama berat hati melepas putrinya itu, toh juga rumah mereka berdekatan nanti kalo kangen tinggal maen. (heheehehhe). Stefan sangat senang kini harapan yang ia tunggu-tunggu selama 10 tahun, kini telah berada dalam pelukannya.

@ sekolah
Chika dan stefan pergi berbarengan ke sekolah, yuki yang melihat hal itu langsung menghampiri stefan.
yuki : '' loe ngapain sih berangkat bareng nih cewek?'' ( menunjuk chika )
Stefan : '' masalah buat loe, loe cemburu?'' ( sambil nyengar-nyengir)
Yuki :'' gak gue gak cemburu!''
Stefan : '' loe inget chika kan?''
Yuki :'' chika , adik loe kan?''
Chika:'' iya kak yuki ini chika!''
Yuki :'' masa iya, orang udah mati bangkit lagi?''
Stefan pun mengajak adik serta yuki ke belakang sekolah. Stefan menceritakan semuanya pada yuki. '' memang gue , papa, mama, sempet putus asa , tapi selang beberapa hari kaematian chika kami mendapatkan harapan itu kembali'' (cerita stefan)
Yuki :'' harapan? Maksud loe?''
Stefan menjelaskan panjang lebar, sampai yuki benar-benar paham.
Yuki :'' oh jadi mayat yang ditemuin polisi itu bukan jenazah chika?''
Stefan : '' bukan yuki sayang'' ( keceplosan)
Yuki :'' apa loe bilang ''SAYANG''?
Stefan :'' iya gue sayang sama loe, loe mau gak jadi pacar gue?''
Chika :''cie....cie trima kak''
Yuki :''gak romantis banget sih, iya gue mau jadi kakak ipar chika''
Stefan :'' jadi kita ,....!''
Yuki dan chika : pacaran'' (mereka tertawa cekikikan).
Stefan berjanji dalam hati kecilnya , ia akan menjaga harapan itu, tak akan pernah ia lepas lagi, ia selalu ingin bersama harapan itu, harapan itu akan selalu bersama nya.


>Selesai<

ミ☆cinta tidak memandang status by diah☆彡

Peran utama :
● чϋki kªto sєвαgāi ўϋki
● SłєfaИ ωiℓℓiαm sєвaªgai pāИgeraИ stєfαn ωiℓℓiαm
● Cϋt mєyriska sєвaªgai ªyϋ dinda chika
● Nina zatulini sєbaªgai ayϋ putri nina zatulini


♥ tidak memandang status
Kita dilahirkan sama dimuka bumi ini
Kekuatan
♥ dapat melawan segalanya,
♥ yang sempurna adalah ♥ yang mampu menerima apa adanya

dikisahkan disebuah kerajaan ^modern^ stefchikna (stefan, chika, nina) tinggalah seorang raja beserta istri dan ketiga anaknya. Raja itu bernama raja pasupati dimas, istrinya ayunda dewi. putra pertamanya bernama pangeran stefan william, putri kedunya bernama ayu putri nina zatulini, dan yang bungsu bernama ayu dinda chika. Kerajaan stefchikna mepunyai seorang pembantu yang bernama yuki kato.
Pangeran stefan telah jatuh cinta pada yuki sejak awal berjumpa, namun hubungan mereka dilarang keras oleh ayahnda, karna stefan dan yuki dianggap tidak sepadan. Karna stefan terus saja membangkang dan tak mau meninggalkan yuki, alhasil ia diusir dari kerajaannya. putri nina dan dinda chika tidak menyetujui keputusan ayahnya itu,
'' ayahnda, kenapa ayahnda tega mengusir kanda stefan?'' ( bentak dinda chika )
'' asal kamu tau dinda, kanda mu itu telah berani melawan ayahnda'' ( bentak nya balik )
'' tapi ayahnda, kanda dan yuki saling mencinta''
'' cinta dengan seorang pembantu?''
'' iya ayanda seorang pembantu juga punya cinta'' ( jawab putri nina yang sedari tadi hanya diam melihat pertikaian dinda chika dengan ayah)
'' sekarang kalian mau apa?, mau pergi juga sama seperti kandamu?''
'' iya kami akan pergi'' (jawab chika)
Putri nina dan dinda chika memutuskan untuk pergi dari kerajaan.
'' nak jangan tinggalkan bunda'' (memohon)
'' maaf bunda, dinda harus mencari kanda stefan'' kata chika
'' ya sudah kalo itu memang keputusan kalian, bawa kandamu pulang ya?''
''Baik bunda'' jawab nina
Mereka pamit dan minta doa restu pada bunda sedangkan ayahnda tidak mau melihat putrinya lagi.

********************************
'' dinda, kita harus pergi kemana dengan pakaian seperti ini?'' (tanya putri nina)
'' iya ya kita harus kemana?'' jawab chika
'' bagaimana kalo kita pergi saja kerumah bibi sumbi?''
'' baik kita kesana saja''
Mereka terus berjalan tanpa merasa lelah atau haus sedikit pun. mereka pun sampai dirumah bibi sumbi,
'' bibi sumbi ini putri nina dan dinda chika?''
'' iya ya tunggu sebentar''
'' non, kok bisa ada disini?''
''ceritanya panjang bi,'' jawab dinda chika
''silakan masuk,non''
Mereka masuk, bibi sumbi tinggal seorang diri tanpa anak dan suami.
'' bibi bolehkan kami tinggal disini?''
Tanya nina
'' tapi non, rumah bibi kecil dan sempit, non berdua tidak pantas tinggal disini?''
'' tak apa bi kita semua sama'' kata nina
'' memangnya knapa kalian pergi dari kerajaan?''
'' kami ingin mencari kanda bi, kanda diusir oleh ayahnda. jawab chika
'' ya sudah, kalian istirahat dulu''
'' bi boleh kah kami meminjam baju?'' tanya nina
'' tentu non''
'' bi kami mohon jangan beritahu keberadaan kami, dan bibi jangan memanggil kami non , anggap saja kami ini anak bibi'' jelas chika
Bibi mengangguk tanda mengerti.

@ pangeran stefan
Pangeran stefan dan yuki tinggal disebuah gubuk mungil, pangeran telah menikah dengan yuki. Pangeran menyamar menjadi rakyat kecil dan identitasnya dirahasiakan. Pangeran stefan bekerja sebagai pencari ikan disungai. Hari ini stefan mendapat banyak ikan, ia pun pergi kepasar untuk menjual sebagian ikanya dan sebagainnya lagi untuk digorengnya dan dimakan bersama istri tercinta. Uang hasil penjualan ikan ia gunakan untuk membeli beras.
'' bun, ayah pulang''
'' e ayah udah pulang'' ( sambil mencium tangan suaminya itu)
'' ini bun beras dan ikan, dimasak ya?''
'' ya ayah''
Yuki pun memasak beras dan ikan itu, tiba-tiba yuki merasa mual, ia pun segera pergi ke kamar mandi stefan yang melihat hal itu segera menghampiri istrinya.
'' bunda bunda kenapa?''
'' gatau nih ayah, bunda mual?''
'' mungkin masuk angin?''
'' sekarang bunda istirahat aja ya?''
'' tapi bunda mau masak''
'' ya sudahlah nanti biar ayah saja yang masak''
'' sekarang bunda istirahat ya?''
'' baik ayah''
Stefan mengantarkan yuki kekamarnya. Stefan pun menggantikan pekerjaan yuki yaitu memasak. Masakan pun jadi.
'' bunda masaknya udah jadi?, ayah bawain ya?''
Kini stefan telah menyiapkan nasi beserta lauk untuk istrinya.
'' ini bun makan dulu''
'' iya ayah ''
Stefan menyuapi istrinya, tiba-tiba yuki muntah.......uekk uekk.
'' bunda tak pa-apa?,bagaimana kalo kita ke puskemas dekat sini saja?''
'' tapi ayah, ''
'' ya sudah jangan membantah''
Yuki pun mau diajak berobat.

@ puskesmas
'' bagaimana keadaan istri saya?''
'' keadaan istri bapak baik-baik saja kok!''
'' lantas knpa dia muntah-muntah''?
''selamat ya pak bu, bu yuki hamil 2 minggu''
'' apa dok? Hamil?'' (tanya stefan)
'' doa kita didengar yah''
''iya bun sebentar lagi kita punya anak''
'' kalo begitu kita permisi, terima kasih dok''
Mereka pun pulang kerumah.
stefan melarang yuki untuk bekerja terlalu lelah, ia ingin yuki istirahat. Kini usia kandungan yuki telah memasuki 2 bulan.
'' bun, ayah pergi ke sungai dulu ya?''
''iya ayah, hati-hati ya''(mencium tangan ayah)
'' dada baby kecil''
'' daaaa'' (kata yuki)

@rumah bibi sumbi
'' bi, kami mau nyuci baju disungai dulu ya''kata nina dengan membawa seember pakaian
''iya ''
Chika dan nina berjalan menuju sungai. Samapai disungai ia mulai mencuci satu per satu bajunya. Chika melihat seorang pemancing sedang membenahi kailnya
'' kak, bli ikan yuk, buat masak dirumah?'' (kata chika)
'' boleh, bli dimana?''
'' disitu kak di pemancing ikan itu''
Oke. Habis nyuci ya kita kesana''
''sipp kak''
Mereka telah selesai mencuci pakaian, mereka menghampiri nelayan yang menghadap kebelakang itu,
'' pak, bolehkah kami membeli ikan hasil tangkapan bapak?'' ( tanya nina)
'' sepertinya aku mengenal suara itu'' (pikir dalam hati)
Nelayan itu menoleh dan........!
'' kanda, ( kata chika )
'' dinda, putri, sedang apa kalian disini?'' (berpelukan)
''kami pergi dari kerajaan, kami ingin mencari kanda, eh akhirnya kita menemukan kanda'' (jelas nina)
'' kanda tinggal dimana?''
'' disebrang sungai sana''
''kalian tinggal bersama siapa?''
'' bibi sumbi bekas pembantu kerajaan dulu'' jawab chika
'' kita kegubuk kecil kanda yuk?'' ajaknya
''ayuk'' (sahut chika dan nina berbarengan)
Mereka pun sampai dirumah, yuki tak menyangka dia akan kedatangan kedua adik iparnya itu.
'' e non dinda dan putri?''
'' kok panggilnya non sih?, kita kan udah jadi ipar?'' kata chika
'' baik dinda chika''
Mereka mengobrol dan menjelaskan kepada yuki apa yang terjadi.
'' kaka yuki hamil?'' tanya chika
'' iya dinda chika''
''hamil berapa bulan kak yuk?''
'' 2 bulan''
''ye ye aku punya keponakan''( teriak chika kegirangan)
Sejak stefan bertemu adik dan kakaknya, dinda chika dan putri nina tinggal bersama stefan. Chika dan nina membantu kakaknya itu mencari ikan, sehingga mereka menjadi saudagar ikan yang kaya dikampung itu, selama kurang lebih 9 bulan mereka telah menekuni itu dan hasilnya mereka sukses menjadi saudagar ikan.
Tiba-tiba perut yuki sakit, stefan segera melarikan yuki kerumah sakit, dengan susah payah mengeluarkan seluruh tenaganya, keringat bercucuran mengalir, yuki berhasil melahirkan seorang putri mungil yang diberi nama ayu dewi ajeng. Semula cemas kini berubah menjadi senyum kebahagian. Stefan pun menggendong anaknya itu. Chika dan nina juga ingin menggendong keponakannya itu. Yuki pun bahagia. Yuki telah diizinkan untuk pulang kerumah. Chika,nina, stefan,yuki sangat menyayangi ajeng. Chika mengusulkan untuk menjenguk ayah dan bunda di kerajaan, siapa tau dengan hadirnya ajeng dapat meluluhkan hati ayah dan menerima yuki sebagai menantunya. Stefan menyetujui ide dari chika karna sudah 1 tahun ia tidak menemui orang tuanya, ia sangat rindu.
Pagi hari ini stefan,yuki,ajeng,chika dan nina telah siap untuk berangkat kekerajaan. 2 jam waktu yang ditempuh mereka akhirnya sampai disana. dayang-dayang menyambutnya dengan suka cita. Tak disangka ayahnda sakit parah sejak ditinggal ketiga anaknya. Bunda hanya bisa berdoa dan pasrah.
'' kau sudah kembali'' jerit bunda dari ruangan ayah sambil memeluk
'' bunda ''
Chika,nina ikut memeluk bundanya itu.
''ayah mana?''
'' ayah didalam stef''
''ini siapa, cantik sekali?''
'' ini ajeng bun''
'' ajeng?''
'' iya bun ini putri aku dan yuki''
'' ajeng''
bunda menggendong cucunya itu. Dan mengantarkan ketiga anaknya beserta menantu menemui ayahnda.
'' maafkan kami ayahnda?'' (serempak tiga anak itu dan menantunya)
'' seharusnya ayahnda yang mengucapkan kata itu, bukan kalian''
''ayahnda senang kalian menemui ayah''
'' oh ya ayah ini ajeng''
''ajeng?''
''iya ini anak aku sama yuki''
Ayahnda seketika menjadi sehat dan menggendong cucu mungilnya itu. Ayahnda pun merestuinya. Kini mereka tinggal dikerajaan, berkumpul bersama, dan menjadi keluarga bahagia. Raja mengumumkan kepada warga kerajaan bahwa nama kerajaan akan diubah menjadi stefkijeng ( stefan, yuki, dan ajeng) semua warga menyetujuinya. Dan kerajaan stefkijeng menjadi jaya dan rakyatnya makmur.


^Selesai^

'∂etik-∂etik łerakhir chika'' by @diiah_septya

Tak ada lagi cinta untuk ku
Cinta itu telah lama hilang
yang ada hanya caci maki darinya
Kini hanya kebencian yang kurasakan
Aku ingin menjadi mochi, yang bisa disayang. terkadang aku iri padanya.
kapan kau bisa menyayangiku lagi? Apa mungkin saat dipenghujung akhir hidupku.
Aku hanya bisa menunggu waktu, waktu yang akan menjawab semuanya.





Semuanya berubah, sejak kematian papa mama .łak ada lagi cinta untuk chika, semua menyalahkannya atas kejadian itu. łak ada lagi senyum untuk chika yang ada hanya sinisan dari dua kakaknya. ∂ulu, sebelum papa mama meninggal, chika sangat disayang oleh kedua kakak kembarnya itu namun sejak kejadian itu semuanya terbalik menjadi mimpi buruk. Chika merasa tak ada lagi cinta untuknya, cinta itu telah lama pergi, pergi bersamaan dengan tiadanya ortu chika didalam pelukannya. ђanya kak nina dan oma satu-satunya harapan chika, namun tak disangka oma menghembuskan nafas terakhir 1 tahun sesudah kematian ortunya, harapan chika tinggal satu lagi yaitu kak nina (anak angkat papa mama) sama seperti oma, kak nina meninggalkan chika, ia pergi ke jerman untuk melanjutkan studynya. Chika tak bisa melarangnya, karna itu cita-cita kak nina dari kecil ingin pergi ke jerman. Chika pun kini sendiri tak ada pelindung, tak ada lagi pembela. Sakit rasanya hati chika melihat kedua kakanya membenci bahkan sangat benci. Chika diperlakukan bak seorang pembantu. Chika, SłєfaИ, dan ωiℓℓiαm bersekolah disekolah yang sama namun chika tak dianggapnya adik, kakak-kakaknya mengatakan bahwa chika anak seorang pembantu. Chika dilarang membawa mobil kesekolah, dia pun terpaksa harus naik angkot.

@pagi hari
'' chika, cepetin bawain gue makanan!'' bentak Sł
єfaИ memenuhi ruangan.
'' iya kak, ini sarapanya sudah selesai'' sambil mengantarkan makanan itu ke meja makan
'' lelet banget sih?'' kata
ωiℓℓiαm
chika duduk disamping kakaknya.
'' eeh ngapain loe duduk disana?'' tanya stefan dengan nada meninggi
'' aku juga mau makan'' jawabnya lembut
'' sana didapur makannya, gue gak sudi satu meja sama anak pembawa sial kayak loe!'' maki
ωiℓℓiαm
Chika menuruti permintaan kakaknya.

@di dapur
Chika makan dengan perlahan, rasanya ia ingin ikut dengan kedua orang tuanya, mengingat kejadian itu chika bersedih dan tak tahan lagi menah butiran bening yang tersimpan didalam mata indahnya, dan butiran itu keluar membasahi pipi merahnya.
'' ya tuhan kenapa ini semua terjadi padaku?, kenapa? apa salahku? sehingga membuat kedua kakak ku membenciku. ia lantas mengusap air matanya dan berangkat kesekolah.

@sekolah
'' loe kenapa chik, kenapa mata loe bengkak?'' tanya diah penuh khawatir
'' gue gak apa-apa kok!'' jawabnya
'' yakin loe gak ada apa-apa?'' tanya laksmi kemudian
'' bener deh temen-temen, aku gak apa-apa''
'' ya udeh deh kalo gitu'' lanjut dita

@taman sekolah
'' loe udah makan?'' tanya stefan kepada pacarnya yg baru dipacari 1 minggu yang lalu
'' belum '' jawab yuki dengan suara imutnya
'' ya udah gue beliin ya?''
'' oke makasi ya sayang''
Terlihat yuki sedang memainkan ponsel milik stefan.
'' liat foto ah'' kata yuki dalam hati
Yuki pun melihat-lihat foto, dan ia melihat 3 anak kecil bersama dua orang dewasa. Tampak seperti keluaga kecil yang bahagia, tapi tunggu dulu anak perempuan itu siapa. Setahu yuki stefan tidak mempunyai adik perempuan ia hanya punya saudara kembar. ''Lantas siapa gadis kecil yang mirip stefan itu?'' tanya yuki dalam hati.
Yuki penasaran dengan gadis itu, ia pun melihat kembali foto-foto yang lain, hal yang sama terjadi foto gadis itu bersama stefan dan william, tertulis di judul foto album stefan (my sister chika).
Yuki berpikir dalam hati ''apakah dia adik stefan, lantas kenapa stefan tidak pernah menceritakaan hal itu padanya''. Ia pun menunggu stefan dan ingin mempertanyakan hal itu.
'' hay, lama ya nunggunya?'' sambil memberi es krim magnum itu pada yuki.
'' oh ya stef gue mau nanya sesuatu, boleh?'' tanya yuki merendahkan nada suaranya
'' bolehlah sayang'' sambil melumat es krimnya
'' loe punya adik selain william?'' tanyanya pelan dan hati-hati
Muka stefan berubah menjadi merah menyala.
'' ngapain sih loe nanyain itu?'' dengan nada sdikit meninggi.
'' enggak, gue cuman nanya''
'' siniin hp gue, enggak gue gak punya adik selain william?''
'' lantas siapa gadis difoto itu?''
'' gadis, oh it..itu anak tetangga'' jawabnya santai agar tidak ketara
'' tapi kenapa dia sangat mirip sama loe?''
'' gue juga gak tau, mungkin dia terlalu sering maen sama gue dan william jadi muka kita mirip deh''
'' oke , kalo boleh tau siapa sih nama gadis itu?''
'' namanya bunga, iya bunga'' jawabnya terbata-bata
Yuki curiga dengan semua ini apa ada sesuatu yang sengaja disembunyikan stefan padanya. Yuki akan mencari tau sendiri.
'' ya udah deh, ga usah dipikirin, gak penting juga'' kata stefan dan membuat yuki sadar dari lamunannya itu.

@ dirumah chika
'' aduh kenapa kepala ini rasanya pusing banget ya?'' tanya chika pada diri sendiri didalam hatinya.
Saat itu chika sedang mengerjakan pr matematika, pandangannya mulai buram tak terlihat lagi tulisan yang ada dihadapannya. Dan tubuh chika terbaring lemas dilantai tanpa ada yang mengetahui hal tersebut. Kedua kakak nya pun tak ada dirumah, mereka sibuk dengan urusan mereka sendiri. Stefan yang lagi jalan sama sang pacar mana pernah peduli apakah adik nya sudah makan atau belum? Dan william dia paling males pulang kerumah jam segini, seperti biasa ia menghabiskan waktunya cuman untuk balapan liar.
Sementara chika masih pada posisi tadi terbaring lemas dilantai, ia sadar dan terbangun, chika merasakan seperti ada yang mengalir ,
'' darah, hidung ku mimisan''
Chika mengelap darahnya itu dengan tisu. Darahnya pun berhenti mengalir.
''apa mungkin aku kecapek-an?'' tanya nya dalam hati

@sore hari
Chika terlihat sedang menyirami pepohonan yang mulai mengering, bunyi klakson mobil terdengar cukup keras, chika membuka pintu gerbang. Didalam mobil terlihat kak angel dan kak william.
'' itu siapa william?''
'' oh itu pembantu rumah aku''
'' sepertinya wajah itu tidak asing, aku pernah melihatnya, tapi dimana ya?'' mencoba mengingat
'' jangan kau pikirkan''
''ya baiklah'' menurut
Mereka turun dari mobil.
'' eh pembantu buatin cewek gue minum ya?''
'' iya kak''
'' kenapa dia panggil kamu kakak,?''
Tanya nya ragu
'' ya dia soalnya umurnya jauh lebih muda,hehe, yaudah masuk aja'' sedikit cengengesan
angel hanya bisa percaya begitu saja dengan kata-kata william.
Sudah sore angel memutuskan untuk pulang ditemani oleh william.

@ rumah chika
kring....kring.....
Suara telepon rumah itu dari tadi berdering namun tak satu orang pun mengangkatnya. Kring.......kring........kring untuk keenam kalinya masih sama tak kunjung diangkat, tiba-tiba yuki yang bertamu kerumah stefan mengangkatnya.
'' haloo'' kata nina disebrang
'' iya haloo, ini siapa ya ?''
'' ini kak nina''
'' kak nina siapa?'' tanya yuki
'' ini siapa?'' balik bertanya
'' oh ya ini yuki kak pacarnya stefan''
''oh pacarnya stefan, ini nina kakak angkatnya sikembar dan chika''
'' chika?''
'' iya chika adiknya sikembar''
Ternyata kecurigaan yuki benar bahwa yang dalam foto itu chika adik stefan
'' halo,, haloo, masih kah ada orang disana?''
Suara kak nina, membangunkan yuki dari lamunannya.
''iya kak ada apa?''
'' kakak mau ngomong sama stefan''
'' stefan nya lagi mandi tuh kak''
'' kalo william,?''
'' william biasa lagi maen basket''
'' kalo chika ada,?''
'' bentar ya aku panggilin''
yuki memanggil chika yang sedang berada dibelakang untuk mencuci baju.
'' iya non ada apa?''
'' jangan panggil saya non, saya sudah tau semuanya''
''maksud non apa?''
'' ya sudah nanti aku jelasin, ini ada telfon dari kak nina''
'' kak nina, aku sudah rindu dengannya!''
'' halo kak nina''
'' halo sayang, gmna baek disana?''
'' bai....baik kak'' terbata-bata sembari melihat sekeliling
''kakak kapan pulang?''
'' kakak pulang 2 minggu lagi''
'' asyik bawa oleh-oleh ya?''
'' iya chika sayang , kamu jaga diri baek-baek ya?''
'' iya kak nina aku, aku baik-baik kok disini'' jawabnya agak ragu
'' ya udah bye'' menutup telfon
'' bye''
yuki mengajak chika untuk duduk berdua mengobrol di sofa.
'' kenapa kamu mau diperlakukan seperti pembantu oleh kedua kakak mu?'' menatap mata chika
'' gak apa-apa kak, ini demi menebus kesalahan yang aku buat''
''kesalahan apa?'' tanya yuki
'' 10 tahun yang lalu mama papa mengalami kecelakaan, mama berusaha menyelamatkan aku dari api yang membakar mobil, namun naas malah mama yang meninggal''
'' itu bukan sepenuhnya kesalahan kamu chika'' mengelus-ngelus bahu chika
'' itu kesalahan aku kak, aku yang salah, aku ini memang anak pembawa sial, coba saja mama tak menyelamatkan aku pasti mama masih hidup dan bahagia bersama kak stefan dan kak william'' ( sambil menangis)
'' kamu tidak boleh ngomong gitu, ini semua sudah takdir dari tuhan'' dengan tangan menunjuk keatas
'' tapi kak, kak stefan dan william tidak menerima kenyataan ini, dia sangat, sangat membenciku''
'' kamu jangan bersedih ya chika, aku kan selalu ada untuk mu'' (mengusap air mata chika)
'' makasi ya kak''

@sore hari
''mochi sini sayang'' panggil william dari dalam ruang kamarnya. Mochi si anjing kecil itu pun datang menghampiri stefan. Mochi anjing pemberian dari angel, mochi sangat disayang oleh majikanya. mochi dielus-elusnya. Chika yang melihat hal itu menjadi bersedih, chika menjatuhkan kristal indah dari pelupuk matanya.
'' kenapa sih mochi sangat disayang oleh kak william, padahal mochi hanya seekor anjing, sedangkan aku adiknya sendiri? Jangan kan dielus menatap muka aku saja rasa nya di enek'' pikir nya dalam hati.
'' betapa beruntungnya menjadi mochi, bisa disayang oleh kak william, aku jadi iri dengannya. ya sudahlah ini mungkin sudah takdirku''.

@minggu pagi
'' chika'' panggil william dari ruang makan
'' iya kak ada apa?''
'' nih temenin mochi jalan-jalan''
'' iy..ya kak''
'' inget ya jangan sampe mochi gue terluka sedikit pun, kalo terluka gue gak bakal maafin loe seumur hidup gue. Ngerti!''
Mochi pun ditemani chika untuk jalan-jalan disekeliling komplek, memutari komplek untuk beberapa kali, mochi dan chika tampak lelah, mereka memutuskan untuk istirahat sejenak dibangku taman komplek.
'' mochi, andai aku jadi kamu ya?'' sambil mengelap keringat yang hampir jatuh kemata.
Mochi seekor anjing yang tak bisa berbicara hanya bisa menggonggong kecil untuknya. Sepertinya mochi tau kesedihan yang dialami chika.
'' mochi padahal kamu hanya seekor anjing kecil, tapi kamu sangat disayang oleh majikanmu''
Chika bersedih lagi mengingat hal itu, tangannya terlepas dari rantai mochi, mochi lari dari genggaman chika, chika yang menyadari itu dengan cepat mengejar mochi, namun jejak mochi tak dapat ia temukan, mochi si anjing pelari yang hebat.
'' mochi, kamu dimana? kembali mochi nanti aku bisa dimarahi kak william. sini mochi nanti kalo kamu kembali akan kuberikan tulang daging ayam''.
Kasian chika, tak juga ia temukan mochi.
'' bagimana ini? Pasti kak william marah lagi pada ku'' dengan perasaan cemas.
chika terus mencari mochi dan bertanya-tanya pada orang yang dijumpainya dijalan, namun tak ada yang tau keberadaan mochi. Sekali lagi ia bertanya pada tukang sapu jalanan.
'' misi bu, numpang tanya. Liat anjing kecil gembrong lewat sini gak bu?''
'' oh anjing itu lari kearah sana dek, tampaknya ia sedang mengejar anjing betina yang cantik'' menunjuk kearah utara
'' baik bu, terima kasih''
''sama-sama dek''
Chika berlari ke arah utara, yuki kebetulan lewat sana dan melihat chika berlari-lari kecil,
'' chika'' jeritnya dari dalam mobil
'' hay kak'' balasnya melambaikan tangan.
Yuki memarkir mobilnya ditepi jalan.
'' kamu ngapain lari-lari?''
'' ini kak nyari mochi''
'' mochi anjing william itu?''
''iya kak''
'' ayo kita, cari sama-sama chik''
'' iya makasi ya kak,''
Chika dan yuki pun mencari mochi bersama-sama.
'' itu mochi '' jerit yuki
'' mana?''
''itu disebrang jalan''
'' mochi'' panggil chika
Mochi pun menoleh kearah chika mochi berlari menghampiri chika, tapi tunggu dulu sebuah motor melaju dengan kecepatan tinggi,
'' mochi awas'' jerit chika sambil berlari, hap menagkap mochi dengan cepat. mochi berhasil ia selamatkan, meski chika mengalami luka dibagian lutut dan siku tangan kirinya. chika rela menyelamatkan mochi asal kak william tidak marah lagi padanya, chika rela mengorbankan apapun untuk mochi asal melihat kak william bahagia.
'' kamu gak apa-apa mochi'' tanya chika pada mochi
mochi hanya bisa menjilat kaki chika.
Yuki datang menghampiri dan mengobati luka chika.
'' kamu gak apa-apa chika?''
'' gak kak, cuman memar dikit aja ntar juga sembuh''.
chika, mochi dan yuki beranjak dari tempat itu.

@didalam mobil yuki
'' kenapa sih chik , kamu ngorbanin nyawa kamu buat mochi'' tanya yuki menatap kedua mata indah chika
'' aku gak pingin kakak marahin aku, mochi itu anjing kesayangan kak william'' ucap chika lirih
'' tapi chik, itu dapat membahayakan kamu'' ucap yuki sambil melihat jalan didepannya
'' tak apalah kak, ini demi menebus kesalahanku, lagi pula tak ada yang menyayangiku, tak ada cinta untuku, ku hanya ingin diakhir sisa hidupku membuat kak stefan dan kak william bahagia'' ucap chika sedikit meneteskan air matanya
'' ya udah kamu jangan sedih ya, masih ada kakak disisimu'' ucap yuki mencoba menenangkan hati chika
'' makasi kak'' tersenyum
Mereka pun tiba di rumah, yuki tidak mampir karena ada urusan lain yang harus dikerjakan.
'' mochi sayang, kamu udah pulang'' ucap stefan membelai dan mencium mochi. Chika yang melihat hal itu tampak sedih. '' kapan aku bisa seperti mochi, disayang ,diperhatiin, dimanja, andai aku bisa memilih, aku lebih memilih menjadi mochi seekor anjing daripada menjadi chika yang sangat dibenci oleh kakaknya'' ucap chika dalam hati kecilnya. '' mochi,mochi aku iri padamu!'' lanjutnya lagi. Chika sangat kelelahan hari ini, dia memutuskan untuk tidur lebih awal namum kembali lagi dia merasa pusing, pandangannya kabur, darah perlahan mulai keluar dari hidung mancung chika. Chika mengelapnya dengan tisu, ia teringat pada perkataan dokter seminggu yang lalu. '' KAMU TERKENA KANKER OTAK STADIUM AKHIR''. Sungguh malang nasib chika, dibenci kedua kakaknya sekarang ia terkena penyakit yang mematikan. Kapan chika akan mendapat kebahagian itu,? apa mungkin saat dipengujung akhir hidupnya?, hanya waktu dan ketulusan cinta chika yang dapat menjawab semua itu. Chika hanya bisa berpasrah diri dengan semua itu. Chika harus bisa menjalani sisa akhir hidupnya dengan senyuman, walau terasa berat tak ada curahan untuk menampung isi hatinya ia tetep tegar menjalani hari-harinya dengan penuh bahagia.

@kamar stefan
Stefan mengambil foto keluarga yang masih terpajang indah didinding. '' andai kamu tau chika, kakak sangat tersiksa dengan semua ini, andai bukan kamu yang berada saat kecelakaan itu mungkin kakak akan tidak sebenci ini padamu.'' ucap stefan lirih dibarengi tangisan kecil. Air mata stefan jatuh tepat difoto chika ia memeluk foto itu erat.
'' chika kamu malaikat kecil kakak yang harus kakak jaga, tapi takdir berkata lain. Kakak tidak bisa memaafkan kamu, kakak sangat membenci kamu'' ucap stefan dan melempar foto itu keatas lantai.
'' tuhan kenapa kau beri rasa benci ini padaku?, kenapa?'' makinya.
Stefan menghantam tangannya ketembok dan itu tidak sebanding dengan sakit hati yang ia buat untuk adiknya. Stefan tau bahwa perbuatan yang selama ini ia lakukan adalah salah, tapi apa boleh buat dia sangat membenci chika, karna dia mama papa meninggal'' makinya dan terus menghantam tangan mulusnya ketembok hingga menimbulkan memar.

@rumah sakit
chika, yuki, dan angel berjalan tergesa-gesa menuju ruang ICU, terlihat stefan menatap tajam kearah chika.
'' gimana keadaan willian, stef?'' tanya angel panik
'' gue juga gak tau, gue baru dateng'' jawab stefan
semua berdoa untuk william.
'' eh loe ngapain loe kesini?'' ucap stefan sinis kearah chika
'' loe seneng kan melihat william kecelakaan?'' lanjutnya
'' enggak kak,, aku sedih kak'' ucap chika tampak menahan air matanya
'' sana loe pergi, ga usah loe disini'' usir stefan
Chika mulai tak tahan dengan maki kakaknya, ia berlari menyusuri setiap lorong, ia sungguh tak tahan lagi dengan semua ini, ia tak mampu lagi menahan air matanya. Yuki yang melihal hal itu langsung berkata,
'' stef loe itu bener-bener kakak yang jahat'' menatap stefan tajam
'' maksud loe apa?'' menatap balik yuki
'' iya gue udah tau semuanya, chika bukan pembantu loe kan melainkan adik loe'' menatap lebih tajam
Angel yang sedari tadi memilih bungkan akhirnya membuka mulut
'' jadi chika itu adik kalian, kenapa kalian tega nganggep dia pembantu?'' ucap angel
'' loe semua gak pernah ngerti, dia itu anak pembawa sial!!'' ucap stefan penuh amarah
'' asal loe tau ya stefan, chika rela mengorbankan apa pun yang ia miliki asal itu bisa membuat loe bahagia. Loe gak bisa menyalahkan chika, itu gak adil buat chika. Chika adik loe yang harus loe jaga perasaannya, hati nya. Dia terluka, dia gak setegar yang elo bayangin. walau gue bukan kakak kandung chika, gue bisa ngerasain semua perasaan chika, dia tu sangat sayang elo, cuman satu yang ia inginkan selalu bersama kakak-kakaknya, LOE NGERTI'' jelas yuki yang juga penuh amarah.
Stefan hanya bisa tertunduk lemas, tak tau lagi harus berbuat apa? Tiba-tiba stefan merasa kan sakit yang luar biasa, sakit dihatinya dan bagian bawah perut yaitu ginjal.
'' aw....aw sakit''Ucap stefan lirih
stefan kini telah berada diruang UGD ditemani oleh yuki. Stefan tak sadarkan diri, ia terbaring lemah.
Yuki mengkahwatirkan chika, '' dimana dia?'' pikirnya dalam hati.
Disisi lain william membutuhkan donor darah secepatnya, disisi lain pula stefan terserang penyakit gagal ginjal yang mengakibatkan salah satu ginjalnya sulit berfungsi. Yuki dan angel bingung, mereka harus segera mendapatkan donor.
'' ngel, gue cari chika dulu ya?'' ucap yuki
'' ya udah'' ucap angel mengangguk
'' gue titip stefan ya?'' ucap yuki
'' iya gue bakal jagain william dan stefan'' jawab angel meyakinkan.
Yuki menyetir mobilnya, seperti nya ia sudah tau mau kemana? Ya ketaman. Biasanya kalo chika lagi merasa kesepian ia akan pergi ketaman. Yuki telah tiba ditaman terlihat dibangku taman seorang gadis dengan rambut terurai menunduk.
'' chika'' menepuk bahu chika
'' kak yuki, kok tau sih aku ada disini?'' tanya chika mencoba menghapus air matanya. Mata chika tampak merah dan bengkak mungkin efek dari seharian menangis.
'' gue mau ngomong sama loe'' seraya duduk disamping chika
'' ngomong apa kak?'' ucap chika menatap yuki
'' stefan chik, dia membutuhkan donor ginjal secepatnya dan william membutuhkan donor darah'' jelas yuki tak dapat menahan tangisnya.
'' loe satu-satu harapan gue chik, loe keluarganya pasti darah dan ginjal loe cocok untuk mereka'' lanjut yuki tanpa memberi kesempatan chika untuk menjawab.
'' iya kak aku bakal donorin darah aku buat kak william, kalo bisa aku bakal donorin semua darah ku untuk kak william. Dan kak stefan aku juga bakal donoriin ginjal aku'' ucap chika lirih
yuki tak kuasa menahan tangisnya, ia menangis dihadapan chika.
'' loe adik yang baik'' memeluk chika
'' aku bakal lakuin apa aja kak asal kak stefan dan kak william bahagia, termasuk donorin semua organ tubuhku'' ucap chika yang tak kuasa pula menahan air mata.

@rumah sakit
Darah chika kini siap didonorkan untuk william, '' kak, semoga kakak bahagia ya dengan pemberian terakhir chika, hanya ini yang bisa chika lakuin buat kak william'' ucapnya dalam hati.
Kini giliran ia mendonorkan ginjalnya untuk stefan, chika melakukan operasi. Selang beberapa jam operasi berhasil dilakukan oleh para medis. Chika sadar dan menggenggam tangan stefan erat.
'' kak stefan, semoga kakak bahagia dengan pemberian chika, chika sayang kak stefan'' ucapnya dalam hati. Semua berjalan lancar william dan stefan berhasil diselamatkan atas donor darah dan ginjal dari chika. Chika sangat baik hati, dia tidak ingin ada yang tahu selain kak angel dan kak yuki bahwa dia yang mendonorkannya untuk mereka. Sungguh mulia hati chika, padahal ia sendiri mempunyai penyakit yang ganas, ia masih mau mendonorkanya untuk stefan dan william.

@ rumah stefan
Stefan dan william telah diizinkan pulang. Mereka kini sudah sehat. Chika lega dan sangat bahagia melihat kedua kakaknya tersenyum, walau senyuman itu bukan untuknya.

@ restauran
yuki dan angel diam-diam mengajak chika makan direstaurant. chika lagi-lagi merasakan pusing, pandangan buram, dengan keluar darah segar dari hidungnya, dan chika jatuh kelantai. Angel dan yuki yang mengetahii hal itu panik dan dengan cepat membawa chika kerumah sakit. Angel dan yuki kaget mendengar pernyataan dokter '' PENYAKIT KANKER OTAK YANG DIDERITA PASIEN SEMAKIN PARAH''.
'' tuhan , kasian chika diusia yang masih belia telah mendapatkan cobaan yang berat seperti ini'' ucap yuki dengan melipat kedua tangannya didada.
tak selang beberapa jam chika sadar,
'' chika dimana?'' tanya nya
'' kamu ada di rumah skit'' ucap angel
'' kami udah tau semuanya, kenapa kamu tak pernah bercerita tentang penyakit itu'' ucap yuki dengan tatapan sayu
'' kakkak sudah tau semuanya?, aku mohon jangan beri tahu kak stefan ataupun kak william tentang penyakit ku ini'' mintanya kepada angel dan yuki.

@ rumah stefan
Hari ini william merayakan hari ulang tahun ke 5 mochi, pestanya dihadiri oleh stefan, yuki ,dan angel.
Pesta itu sangat meriah walau dihadiri oleh stefan, yuki, dan angel.
Chika hanya bisa mengintip acara itu dari balik pintu kamar.
'' mochi yang seekor anjing saja dirayakan ulang tahunnya!'' keluh chika dalam hati
'' mochi sungguh beruntung, kak william mengingat tanggal lahir mochi. Apakah kak stefan dan william mengingat tgl utah chika yang tinggal menghitung hari ini? Tanyanya dalam hati.
'' kakak pulang'' ucap nina yang baru saja pulang dari jerman
'' kakak?'' ucap stefan dan william berbarengan dan memeluk kakak nya itu. Mereka sangat rindu dengan nina.
'' ada acara apa ini,?'' tanya nina melihat sekeliling
'' iini kak mochi berulang tahun'' ucap william menunjuk anjing nya itu. Nina yang tak melihat kehadiran chika disana menanyakan hal itu pada stefan dan william. Namun mereka menjawab sinis.
'' ngapin sih kakak mikirin chika pembawa sial itu'' ucap stefan. Tamparan tepat mendarat dipipinya.
'' jaga omongan kamu ya'' maki nina
'' chika, sini sayang. Kakak pulang?'' panggil nina
Chika memberanikan diri menemui kak nina. Chika langsung memeluk nina erat. Chika terpaksa diizinkan mengikuti acara itu.

@ sekolah
Chika tak sengaja menumpahkan minuman kebaju william. William tampak marah dan tak kuasa menahan emosinya, chika disuruhnya mengelap tumpahan minuman itu.
'' e semuanya gue punya pengumuman penting buat loe'' jerit william kepada teman-temannya
Semua berkumpul dan menyaksikan.
'' ini dia chika anak pembawa sial yang gue bilang, dia anak pembantu. Dia yang bikin mama papa gue meninggal'' ucap william
'' dasar pembunuh'' ucap sinis seorang perempuan berambut sebahu. Semuanya menyalahkan chika, seorang yang sangat jahat sengaja menumpahkan minuman kebadan chika, chika dilempari botol minuman. Stefan yang melihat hal itu hanya bisa diam. Chika dicaci maki oleh teman-temannya. Diah, dita,dan laksmi yang melihat kejadian itu tak berdaya menolong chika. Entah kekuatan dari mana chika mampu berdiri dengan tegaknya dan mengatakan,
'' sudahkah anda puas membuat hati saya semakin sakit?, iya memang benar saya yang membuat orang tua anda meninggal, anda boleh terus saja menyakiti saya sampai anda puas. '' ucapnya lirih diiringi isak tangis yang tak bisa disembunyikan lagi.
'' saya tau saya manusia pembawa sial, saya tau akan hal itu'' lanjutnya lagi. Semua orang yang menyaksikan perkataan chika termasuk stefan dan william hanya bisa bungkam. Chika pun pergi meninggalkan mereka yang masih terpaku ditempat. Yuki datang untuk menyadarkan stefan dan william.
'' stefan loe itu bener-bener keterlaluan, dia itu adik loe dia bukan pembantu loe. Chika itu tidak seburuk yang loe kira. Dan loe william loe inget pas chika mengajak jalan-jalan mochi, mochi hampir ditabarak tapi chika dateng menyelamat kan mochi hingga ia rela siku dan lututnya memar dan loe tau apa yang diucapkan chika saat itu '' aku ingin melihat kedua kakak ku bahagia, apapun itu akan kulakukan untuknya. Walau nyawa ku taruhannya. Mochi adalah kebahagian kak william jadi aku rela menyelamatkan mochi dari pada diri ku sendiri. Jelas yuki mencoba menahan tangisnya. Hati Stefan dan william mulai tersentuh dan luluh. Stefan dan william perlahan mulai meneteskan air mata
'' bukan cuman itu aja, loe inget waktu itu loe berdua membutuhkan donor darah dan donor ginjal, chika datang menyelamatkan, ia rela mendonorkan darah dan ginjalnya demi loe berdua, chika hatinya hancur'' lanjut yuki
'' bukan cuman itu'' lanjut angel yang tiba-tiba berada ditengah keramaian itu. '' chika terserang kanker otak stadium akhir''
'' apa?, chika maafkan kakkak'' ucap stefan menjatuh kan diri kelantai.
'' maafkan kami'' ucap william kemudian
Hal serupa terjadi pada chika yang berlari meninggalkan sekolah, chika merasa hal itu lagi dan tubuhnya kini telah jatuh ke aspal.
Semua siswa yang ada disekolah akhirnya bubar, kini hanya ada genk dari chika.
'' dasar loe berdua ya, kakak macem pa loe gak ngakuin adik loe sendiri'' sindir dita
'' iya giliran adik loe sakit parah ja, baru loe sadar'' ucap laksmi sinis kearah stefan dan william
'' tau ni kakkak yang gak punya hati'' sindir diah kemudian

@rumah sakit
Didalam ruangan terlihat nina, stefan,william, yuki, angel, diah,laksmi, dan dita yang menemani tidur panjang chika. Stefan dan william meraih tangan chika dan menangis dihadapannya
'' chika maafkan kakak'' berkali-kali mereka mengucapkan kata-kata itu.
air mata stefan dan william tepat jatuh di tangan kiri dan kanannya. Ia terbangun dari tidur panjangnya.
'' kak stefan , kak william'' melihat kearah mereka.
'' chika maafkan kami''
''iya kak, aku sudah memaafkan kalian'' ucap chika terbata-bata
'' kak, aku ingin kakak menyanyikan lagu ulang tahun untuk ku, hari ini aku berulang tahun. Aku ingin disisa hidupku kakak menyanyikannya untukku, semua terlihat sedih dan mulai menyanyikan lagu ultah
Happy.....ha...ppy birth day chika......
Ha,,,....ppy....birt..day chika. Stefan dan william mencium pipi chika, baru kali ini chika mendapat ciuman sayang dari kakaknya. Kak, chika udah gak kuat, chika ingin detik-deti terakhir chika ,kakak tersenyum untuk chika, dan satu lagi jangan pernah mengis untuku cukup aku yang menangis karena beban ku ini. Stefan dan william menunjukan senyum termanisnya untuk chika. Chika sangat bahagia, ia pun akhirnya menutup mata untuk selama-lamanya. Yuki memberikan sepucuk surat untuk stefan dan william titipan dari chika.

Isi surat chika
''
αndαi sαjα αku bisα kαk, αku ingin menggαntikαn posisi mαmα pαpα.
''
αndαi αku bisα memilih αku ingin menjαdi mochi, yαng selαlu disαyαng wαlαu diα seorαng αnjing. αku ingin seperti mochi, jujur αku iri dengan mochi yang hanya seekor anjing bisa memberikan kebahagian untuk kak william.
Kak ,jika nanti
αku menutup mata dan tak ada hembusan nafas yang dirasakan, aku ingin melihat kakak tersenyum untuk ku. Aku tak ingin ada isak tangis itu lagi, aku ingin kalian tersenyum. Aku bahagia sangat bahagia menjalankan hidup yang seperti ini, walau berat akan kujalani itu semua demi kakak-kakak ku tercinta. Cinta ku kepada kak stefan dan william tak akan pernah berubah sampai dipenghujung hidupku masih sama tak ada yang berubah. Berbahagilah kalian. Jika kakak bahagia aku pun bahagia.

'' kami sangat bahagia'' ucap stefan dan william
mereka memeluk chika yang telah tidak bernyawa itu.

                                 

Selesai