TANPA HUTAN BAKAU (MANGROVE), BALI
TANPA MASA DEPAN
Disusun oleh :
Ni Luh Putu Diah Septianingsih
(1174)
DINAS PENDIDIKAN, PEMUDA DAN
OLAHRAGA
KABUPATEN BADUNG
OKTOBER, 2012
PENDAHULUAN
Bagaimanakah perasaan anda jika
disekitar kita terdapat tumpukan sampah? Permasalahan ini sering terjadi di
dalam lingkungan masyarakat yang tidak pernah sadar akan keadaan lingkungan.
Contoh saja disekitar hutan bakau (mangrove) didekat sma negeri 2 kuta, bisa
kita lihat dan dipastikan bawasannya sampah-sampah itu menghiasi hutan bakau.
Dapat dipastikan, lambat laun tumpukan-tumpukan sampah itu akan menimbulkan
aroma tidak sedap dan akan terjadinya kerusakan tanah pada hutan bakau itu.
Hutan bakau yang berfungsi sebagai
tempat hidup satwa beralih guna menjadi tempat penampungan sampah. Dalam hal
ini perlu bawasannya pemahaman tentang pemanfaat rawa-rawa yang sebenarnya.
Banyak masyarakat sekitar dengan gamblangnya atau terang-terangan membuang
sampah disana, dengan perasaan tidak bersalah dan tidak punya malu mereka terus
melakukannya tanpa tau akibat yang akan ditimbulkan nanti? Seperti pepatah
mengatakan Karna nila setitik rusak susu sebelanga. satu orang yang berbuat,
lebih dari seribu orang yang menanggung akibatnya. Yang saya amati semakin hari
tumpukan-tumpukan sampah di hutan bakau dekat SMA NEGERI 2 KUTA tersebut terus
bertambah, tidak ada rasa peduli sedikit pun masyarakat itu. Mereka seenaknya,
sesuka hati, mereka membuang sampah tanpa adanya pengendalian diri. Seperti
yang kita tau hutan bakau adalah tempat
sebagain satwa, bagaimana kehidupan mereka jika tumpukan sampah menghiasi rumah
mereka? Kita umpamakan saja rumah kita sendiri, bila orang lain terus membuang
sampah dirumah kita, apakah kita tidak marah? Tentu marah dan itu sama yang
dirasakan oleh satwa-satwa itu. Tumpukan sampah itu juga sangat menyilaukan
mata, pandangan yang indah tentang hutan
bakau seakan kebohongan yang dalam kenyataaanya sangat buruk. Saya sebagai siswa sma negeri 2 kuta yang
setiap harinya melihat hutan bakau berangkat ataupun pulang sekolah yang telah dipenuhi sampah terasa sangat
memprihatinkan. Membuang sampah di hutan bakau seakan menjadi tradisi budaya
Indonesia khususnya yg tinggal didaerah sekitar hutan bakau. Awalnya memang
tidak akan terjadi bencana namun bertahun-tahun bahkan berjuta-juta tahun yang
akan datang ulah manusia akan menjadi bencana besar.
ISI
Hutan bakau atau
disebut juga hutan mangrove
adalah hutan yang tumbuh di atas rawa-rawa berair payau yang terletak pada
garis pantai dan dipengaruhi oleh pasang-surut air laut. Hutan ini tumbuh
khususnya di tempat-tempat di mana terjadi pelumpuran dan akumulasi bahan organic.
Baik di teluk-teluk yang terlindung dari gempuran ombak, maupun di sekitar
muara sungai di mana air melambat dan mengendapkan lumpur yang dibawanya dari
hulu.
Ekosistem hutan bakau bersifat khas, baik karena
adanya pelumpuran yang mengakibatkan kurangnya aerasi tanah; salinitas tanahnya
yang tinggi; serta mengalami daur penggenangan oleh pasang-surut air laut.
Hanya sedikit jenis tumbuhan yang bertahan hidup di tempat semacam ini, dan
jenis-jenis ini kebanyakan bersifat khas hutan bakau karena telah melewati
proses adaptasi dan evolusi.
Hutan bakau merupakan hutan yang harus
kita jaga, kita semua wajib menjaganya, tak mengenal tua muda, kaya miskin.
Seperti kondisi yang saya lihat diselatan hutan bakau dekat sma negeri 2 kuta
terdapat sebuah pemukiman warga yang menggantungkan hidupnya dengan
memanfaatkan air bakau untuk pembuatan garam, ada juga dagang potong ayam yang
membuang begitu saja bulu-bulu ayam ke hutan bakau, dan banyak lagi aktifitas
yang dilakukan dan pada akhirnya limbah atau sampah-sampah mereka dibuang
kehutan bakau. Itu memang kenyataan nya karna saya pernah melihat langsung
kejadian itu, terlebih ibu pernah mengajak saya untuk membeli ayam potong
beserta garam di pemukiman itu. Pemukiman itu terbilang kurang bersih karna
masyarakat yang bertempat tinggal disana kurang sadar terhadap kebersihan. Menurut
yang saya amati memang di pemukiman tersebut tidak terdapat cukup lahan untuk
membakar sisa-sisa sampah-sampah mereka, sehingga membuat mereka harus
membuangnya dihutan bakau tersebut. Saya juga tidak tau kapan masyarakat akan
sadar dengan hal itu, melihat kondisi tersebut memang memprihatikan. Saya
berharap agar mereka segera sadar pentingnya hutan bakau.
Dalam kasus
ini saya juga akan bertanya kepada beberapa siswa disma negeri 2 kuta perihal
ini. Berikut pertanyaan beserta jawaban dari 20 siswa SMA NEGERI 2 KUTA .
|
pertanyaan
|
ya
|
Tidak
|
Ragu-ragu
|
Tidak tau
|
|
Pernahkah
anda membuang sampah di hutan bakau?
|
2
|
17
|
-
|
1
|
|
Apakah
hutan bakau mempengaruhi kehidupan kita?
|
17
|
1
|
1
|
1
|
|
Apakah
keberadaan hutan bakau mengganggu anda?
|
-
|
19
|
-
|
1
|
|
Apakah
anda mempunyai keinginan untuk mengajak masyarakat untuk membersihkan sampah
disekitar hutan bakau?
|
9
|
5
|
5
|
1
|
|
Apakah
masyarakat yang tinggal disekitar hutan bakau sadar , dengan dia membuang
sampah di hutan bakau dapat mencemari hutan itu?
|
4
|
4
|
3
|
9
|
PENUTUP
Kesimpulan:
Masyarakat tidak
pernah peduli terhadap kebersihan hutan bakau, padahal hutan bakau tersebut
banyak membawa dampak positif jika kita bisa memanfaatkannya sebaik mungkin.
Bagaimana hutan bakau berfungsi dengan baik, jika tergenang berjuta-juta sampah
didalamnya? Saya amat salut terhadap pemerintah yang peduli akan kebersihan
hutan bakau dengan membuat spanduk yang dipasang dekat hutan bakau yang
bertuliskan “DILARANG MEMBUANG SAMPAH DIHUTAN MANGROVE DAN SEKITARNYA”.
Saran :
Saran saya
kepada masyarakat hanya satu dan tidak panjang lebar yaitu “jagalah hutan bakau
mu, niscaya suatu saat nanti dia akan
balik menjaga mu”, jika memang lahan tak cukup untuk membakar sampah sebaiknya
masyarakat mencari truk pengangkut sampah yang hanya membayar 15.000 per bulan
(kata ibu saya), cukup murah kan? Daripada harus membuangnnya ke tengah hutan
bakau. Adanya kesadaran dari masyarakat itu jauh sangat penting.
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
Pertanyaan
1.
Pernahkan anda membuang sampah dihutan bakau?
2.
Apakah hutan bakau mempengaruhi kehidupan kita?
3.
Apakah kebradaan hutan bakau mengganggu anda?
4.
Apakah anda mempunyai keinginan untuk mengajak masyarakat
untuk membersihkan sampah disekitar hutan bakau?
5.
Apakah masyarakat yang tinggal disekitar hutan bakau
sadar , dengan dia membuang sampah di hutan bakau dapat mencemari hutan itu?