Kamis, 01 November 2012


TANPA HUTAN BAKAU (MANGROVE), BALI TANPA MASA DEPAN
Disusun oleh :
Ni Luh Putu Diah Septianingsih (1174)


DINAS PENDIDIKAN, PEMUDA DAN OLAHRAGA
KABUPATEN BADUNG
OKTOBER, 2012



PENDAHULUAN  

                  Bagaimanakah perasaan anda jika disekitar kita terdapat tumpukan sampah? Permasalahan ini sering terjadi di dalam lingkungan masyarakat yang tidak pernah sadar akan keadaan lingkungan. Contoh saja disekitar hutan bakau (mangrove) didekat sma negeri 2 kuta, bisa kita lihat dan dipastikan bawasannya sampah-sampah itu menghiasi hutan bakau. Dapat dipastikan, lambat laun tumpukan-tumpukan sampah itu akan menimbulkan aroma tidak sedap dan akan terjadinya kerusakan tanah pada hutan bakau itu. Hutan bakau  yang berfungsi sebagai tempat hidup satwa beralih guna menjadi tempat penampungan sampah. Dalam hal ini perlu bawasannya pemahaman tentang pemanfaat rawa-rawa yang sebenarnya. Banyak masyarakat sekitar dengan gamblangnya atau terang-terangan membuang sampah disana, dengan perasaan tidak bersalah dan tidak punya malu mereka terus melakukannya tanpa tau akibat yang akan ditimbulkan nanti? Seperti pepatah mengatakan Karna nila setitik rusak susu sebelanga. satu orang yang berbuat, lebih dari seribu orang yang menanggung akibatnya. Yang saya amati semakin hari tumpukan-tumpukan sampah di hutan bakau dekat SMA NEGERI 2 KUTA tersebut terus bertambah, tidak ada rasa peduli sedikit pun masyarakat itu. Mereka seenaknya, sesuka hati, mereka membuang sampah tanpa adanya pengendalian diri. Seperti yang kita tau hutan bakau  adalah tempat sebagain satwa, bagaimana kehidupan mereka jika tumpukan sampah menghiasi rumah mereka? Kita umpamakan saja rumah kita sendiri, bila orang lain terus membuang sampah dirumah kita, apakah kita tidak marah? Tentu marah dan itu sama yang dirasakan oleh satwa-satwa itu. Tumpukan sampah itu juga sangat menyilaukan mata, pandangan yang indah tentang  hutan bakau seakan kebohongan yang dalam kenyataaanya sangat buruk.  Saya sebagai siswa sma negeri 2 kuta yang setiap harinya melihat hutan bakau berangkat ataupun pulang sekolah  yang telah dipenuhi sampah terasa sangat memprihatinkan. Membuang sampah di hutan bakau seakan menjadi tradisi budaya Indonesia khususnya yg tinggal didaerah sekitar hutan bakau. Awalnya memang tidak akan terjadi bencana namun bertahun-tahun bahkan berjuta-juta tahun yang akan datang ulah manusia akan menjadi bencana besar.


ISI
                  Hutan bakau atau disebut juga hutan mangrove adalah hutan yang tumbuh di atas rawa-rawa berair payau yang terletak pada garis pantai dan dipengaruhi oleh pasang-surut air laut. Hutan ini tumbuh khususnya di tempat-tempat di mana terjadi pelumpuran dan akumulasi bahan organic. Baik di teluk-teluk yang terlindung dari gempuran ombak, maupun di sekitar muara sungai di mana air melambat dan mengendapkan lumpur yang dibawanya dari hulu.
Ekosistem hutan bakau bersifat khas, baik karena adanya pelumpuran yang mengakibatkan kurangnya aerasi tanah; salinitas tanahnya yang tinggi; serta mengalami daur penggenangan oleh pasang-surut air laut. Hanya sedikit jenis tumbuhan yang bertahan hidup di tempat semacam ini, dan jenis-jenis ini kebanyakan bersifat khas hutan bakau karena telah melewati proses adaptasi dan evolusi.
               Hutan bakau merupakan hutan yang harus kita jaga, kita semua wajib menjaganya, tak mengenal tua muda, kaya miskin. Seperti kondisi yang saya lihat diselatan hutan bakau dekat sma negeri 2 kuta terdapat sebuah pemukiman warga yang menggantungkan hidupnya dengan memanfaatkan air bakau untuk pembuatan garam, ada juga dagang potong ayam yang membuang begitu saja bulu-bulu ayam ke hutan bakau, dan banyak lagi aktifitas yang dilakukan dan pada akhirnya limbah atau sampah-sampah mereka dibuang kehutan bakau. Itu memang kenyataan nya karna saya pernah melihat langsung kejadian itu, terlebih ibu pernah mengajak saya untuk membeli ayam potong beserta garam di pemukiman itu. Pemukiman itu terbilang kurang bersih karna masyarakat yang bertempat tinggal disana kurang sadar terhadap kebersihan. Menurut yang saya amati memang di pemukiman tersebut tidak terdapat cukup lahan untuk membakar sisa-sisa sampah-sampah mereka, sehingga membuat mereka harus membuangnya dihutan bakau tersebut. Saya juga tidak tau kapan masyarakat akan sadar dengan hal itu, melihat kondisi tersebut memang memprihatikan. Saya berharap agar mereka segera sadar pentingnya hutan bakau.

Dalam kasus ini saya juga akan bertanya kepada beberapa siswa disma negeri 2 kuta perihal ini. Berikut pertanyaan beserta jawaban dari 20 siswa SMA NEGERI 2 KUTA .
pertanyaan
ya
Tidak
Ragu-ragu
Tidak tau
Pernahkah anda membuang sampah di hutan bakau?
2
17
-
1
Apakah hutan bakau mempengaruhi kehidupan kita?
17
1
1
1
Apakah keberadaan hutan bakau mengganggu anda?
-
19
-
1
Apakah anda mempunyai keinginan untuk mengajak masyarakat untuk membersihkan sampah disekitar hutan bakau?
9
5
5
1
Apakah masyarakat yang tinggal disekitar hutan bakau sadar , dengan dia membuang sampah di hutan bakau dapat mencemari hutan itu?
4
4
3
9
                             

PENUTUP

Kesimpulan:
Masyarakat tidak pernah peduli terhadap kebersihan hutan bakau, padahal hutan bakau tersebut banyak membawa dampak positif jika kita bisa memanfaatkannya sebaik mungkin. Bagaimana hutan bakau berfungsi dengan baik, jika tergenang berjuta-juta sampah didalamnya? Saya amat salut terhadap pemerintah yang peduli akan kebersihan hutan bakau dengan membuat spanduk yang dipasang dekat hutan bakau yang bertuliskan “DILARANG MEMBUANG SAMPAH DIHUTAN MANGROVE DAN SEKITARNYA”.
Saran :
Saran saya kepada masyarakat hanya satu dan tidak panjang lebar yaitu “jagalah hutan bakau mu, niscaya suatu saat nanti dia akan balik menjaga mu”, jika memang lahan tak cukup untuk membakar sampah sebaiknya masyarakat mencari truk pengangkut sampah yang hanya membayar 15.000 per bulan (kata ibu saya), cukup murah kan? Daripada harus membuangnnya ke tengah hutan bakau. Adanya kesadaran dari masyarakat itu jauh sangat penting.




DAFTAR PUSTAKA

*      http://blogbintang.com/contoh-kesimpulan-dan-saran-makalah.                                                   Diakses pada tanggal 19 oktober 2012                                                                                       judul blog : Blog Bintang (contoh kesimpulan dan saran makalah)

*       http://id.wikipedia.org/wiki/Hutan_bakau                                                                                                                 Diakses pada tanggal 19 oktober 2012                                                                                                                          judul blog: Hutan Bakau

*      http://www.antaranews.com/berita/337358/hutan-mangrove-di-tahura-tercemar-sampah-plastik                                                                                                                                                             Diakses tanggal 31 oktober 2012                                                                                        Judul : Hutan mangrove di tahura tercemar sampah plastic

*      http://pangeranputerilh.tunashijau.org/2012/09/30/finalis-pangput-lh-kaget-dengan-banyaknya-sampah-di-hutan-mangrove/                                                                                                                        Diakses tanggal 31 oktober 2012                                                                                                                     judul : Finalis pangput LH kaget dengan banyaknya sampah dihutan mangrove

*      http://www.antarabali.com/berita/28713/hutan-mangrove-dicemari-sampah-plastik                                    Diakses tanggal 31 oktober 2012                                                                                                                    judul : Sampah plastic cemari wisata mangrove

*      http://artikel2.com/kumpulan-bermacam2-artikel/05/aktivitas-manusia-yang-mempengaruhi-hutan-mangrove                                                                                                                       Diakses tanggal 31 oktober 2012                                                                                                                      judul : Aktivitas manusia yang mempengaruhi hutan mangrove



LAMPIRAN

Pertanyaan

1.      Pernahkan anda membuang sampah dihutan bakau?
*      2 orang menjawab ya (sugi suartanaya dan Brenda yanti X1)
*      17 orang menjawab tidak (devi, desak, deni alexia, galih, ayu lestari, dewik, Chandra, veka, sarah, dian, idza, ganing, nurul, adi dharma, dwi gita, gung gek X1, dan putri X3)
*      1 orang menjawab tidak tau (purwata X1)

2.      Apakah hutan bakau mempengaruhi kehidupan kita?
*      17 orang menjawab ya (desak, galih raka, devi, dwi gita, adi dharma, nurul, sugi, ganing, idza, dian, veka, anisa, Chandra, dewik, deni alexia, ayu lestari X1, dan putri X3)
*      1 orang menjawab tidak (gung gek X1)
*      1 orang menjawab ragu-ragu (Brenda yanti X1)
*      1 orang menjawab tidak tau (purwata X1)

3.      Apakah kebradaan hutan bakau mengganggu anda?
*      19 orang menjawab tidak (nurul, sugi, Brenda, ganing, idza, dian, veka, anisa, Chandra, deni alexia, ayu, dewik, dwi gita, gung gek, devi, galih raka, purwata, desak X1, dan putri X3)
*      1 orang menjawab tidak tau (adi dharma X1)


4.      Apakah anda mempunyai keinginan untuk mengajak masyarakat untuk membersihkan sampah disekitar hutan bakau?
*      9 orang menjawab ya (putri X3, dewik, ayu lestari, Chandra, idza, dian, nurul, purwata, gung gek X1)
*      5 orang menjawab tidak (deni alexia, veka, Brenda, raka, devi X1)
*      5 orang menjawab ragu-ragu (dwi gita, adi dharma, anisa sarah, sugi, desak X1)
*      1 orang menjawab tidak tau (ganing X1)

5.      Apakah masyarakat yang tinggal disekitar hutan bakau sadar , dengan dia membuang sampah di hutan bakau dapat mencemari hutan itu?
*      4 orang menjawab ya (gung gek, idza, ganing, ayu lestari X1)
*      4 orang menjawab tidak (Brenda, sugi, deni alexia X1, dan putri X3)
*      3 orang menjawab ragu-ragu (nurul, dian, adi dharma X1)
*      9 orang menjawab tidak tau (desak, devi, raka, purwata, veka, anisa sarah, Chandra, dewik, dwi gita X1)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar